Pages

Tuesday, August 16, 2011

Perjalanan Panjang yang Menyenangkan

Beberapa waktu yang lalu sempat ngobrol-ngobrol dengan dua orang teman. Sebut saja A1 seorang cowok dan A2 seorang cewek,  kebetulan nama mereka sama-sama di awali A, jadi sebut saja mereka A1 dan A2. Mereka teman saya dari kecil. Dari zamannya si komo masih ada di TV sampai sekarang zamannya One Piece dan Naruto. Dari zamannya Joshua masih nyanyi “Di Obok-obok” jadi idola hingga sekarang Justin Bieber muncul di mana-mana. Hahaha. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, sepertinya baru saja kenal di SD sekarang mereka sudah pada bekerja. Time flies so fast, right?

A1 teman saya sejak TK, satu kelas di SD, beberapa kali satu kelas di SMP, dan satu SMA, dan kebetulan dia juga tinggal di Bandung (oh my God, I just realized I’ve known him almost for my entire life, hehehe).  Saya mengenal A2 sejak TK, but we become closer in highschool. Saya ingat yang membuat kami dekat adalah kami sering pulang sekolah bareng dulu waktu SMA, naik angkot 34 menuju menteng alias Medan Tenggara yang notabene adalah daerah tempat tinggal kami. 

Jadi ceritanya, saya bertemu mereka bukan pada kesempatan yang sama. Saya bertemu A1 secara kebetulan karena saya gereja di tempat yang saya tidak tahu sebelumnya adalah gerejanya si A1. Shortly we met after church, had lunch at Ciwalk and ended up talking about life for almost three hours. We talked almost about everything, about the time we passed together as friends, about our plans for the future, and many more. Pembicaraan yang awalnya santai, semakin lama menjadi semakin filosofis. Tetapi tidak bisa dipungkiri, bahwa saya senang bisa ngobrol-ngobrol lagi dengan seorang teman yang saya sudah kenal lama. 

Hampir mirip dengan si A1, saya ketemu si A2 juga karena kebetulan saya harus ke Jakarta karena ada satu hal yang harus dikerjakan. Kebetulan pula si A2 baru diterima kerja di Jakarta. So, we make an appointment to meet. Sebenarnya udah lama juga saya tidak ketemu dengan si A2. Akhirnya, layaknya teman lama yang baru ketemu kami pun  ngobrol panjang lebar. Obrolannya pun tak jauh-jauh dari seputar masa-masa dulu, kabar-kabar dari teman-teman yang tinggal di Medan, hingga rencana-rencana masa depan.
Pertemuan dan obrolan seputar kehidupan dengan A1 dan A2 menyadarkan saya tentang beberapa hal.

Pertama, waktu itu berlalu begitu cepat tanpa kita sadari. Maka usahakanlah gunakan waktu kita sebaik-baiknya. Tanpa sadar sepertinya baru kemarin saya sekolah dengan hanya memakai celana pendek. Sekarang sudah hampir seperempat abad saja usia saya. Berarti sudah perlu untuk membuat rencana masa depan yang benar-benar matang. Tidak ada yang mau kan, jika umur sudah empat puluh tahun tapi tiba-tiba tersadar bahwa hidupnya stagnan.
 
Kedua, cepat atau lambat kita harus siap untuk menjadi dewasa. Artinya, siap untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar lagi sebagaimana hakikatnya manusia dewasa. Bekerja,  masuk ke dalam fase hidup yang baru, menikah, punya anak dan lain sebagainya. 

Ketiga, seiring berjalannya waktu siap tidak siap kita akan menghadapi kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan. Jadi persiapkan diri sebaik-baiknya, kalau selama ini masih cuek dengan orang-orang yang kita sayangi ada baiknya untuk spending more time with them as possible as you can. Selama kita masih dikasih kesempatan untuk bisa bersama-sama mereka jangan disia-siakan.

Keempat, di dalam menghadapi semuanya itu always hope for the best but be prepared for the worst. Harapkan sesuatu yang besar tetapi tetap siap dan bisa berbesar hati ketika kondisi tidak seperti yang bisa dibayangkan.  Anggap segala kegagalan yang mungkin terjadi di masa depan sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman dan memperbaiki diri. 

Terakhir, jangan takut menghadapi perubahan dan berusaha menghadapi segala sesuatu dengan positif. Jalan hidup gak akan selalu mulus, akan ada banyak guncangan di sana-sini tetapi daripada mengeluh lebih baik tetap semangat dan jalani semuanya dengan senyuman.  Intinya kalau menurut saya, nikmati saja apa yang terjadi, belajar bersyukur dengan apa yang ada. 

Orang-orang bilang perjalanan hidup itu panjang. Tetapi berita baiknya, perjalanan itu walaupun panjang tetapi jika dijalani dengan semangat dan penuh senyuman, apalagi ditambah dengan teman-teman yang baik, perjalanan itu akan jadi perjalanan panjang yang menyenangkan. Cheers, for life! 

“Life is a journey that must be traveled no matter how bad the roads and accommodations.”

Oliver Goldsmith- (Irish born British Essayist, Poet, Novelist and Dramatist. 1730-1774)


3 comments:

Theresia Hutapea said...

hmmm so true, tpi kadang gw msh takut utk jdi dewasa hahahah...;p
eeh inget lgunya point of grace...
The path will wind
And you will find wonders and fears
Labors of love and a few falling tears
Across the years
There will be some twists and turns
Mistakes to make and lessons to learn
Sometimes the journey's gentle
Sometimes the cold winds blow
But I want you to remember wherever you may go

Jesus knows your joy, Jesus knows your need
He will go the distance with you faithfully

Eko said...

sama kak, aku juga kadang agak gamang gitu kalo mikir bakalan jadi suami, bapak, hahahaha :P.. asa aneh hahaha

Theresia Hutapea said...

mbahahaha jadi suami dan bapa, jadi kepala keluarga!! dtggu undangannya dek :D

Post a Comment

 
Powered by Blogger